
Signal Seto Nurdiantoro tinggalkan bangku kepelatihan PSS Sleman kuat. Pelatih berlisensi AFC Pro itu tidak segera sampai persetujuan dengan manajemen club sampai sekarang.
Awalnya, pertemuan Seto dengan PSS padaSabtu 11 Januari lantas,diyakinkan alami kebuntuan?. Waktu itu, baik Seto atau manajemen tidak dapat memberikan jawaban saat di konfirmasi.
Lantas, manajemen PSS serta Seto kembali berjumpa pada Selasa 14 Januari. Hasilnya juga belumlah ada kepastian masalah hari esok Seto yang kontraknya selesai pada 31 Desember 2019.
Bagaimana respon anda tentang artikel ini?
"Belumlah ada kepastian (perpanjangan kontrak di PSS). Saya dibolehkan komunikasi dengan team yang lain," kata Seto melalui pesan singkat, Selasa (14/1/2020).
Seto akui seutuhnya menghargai PSS. Serta, dia menjelaskan telah lakukan pertemuan dengan manajemen setelah bubaran Liga 1 Indonesia musim kemarin.
Salah satunya permasalahan yang ditaksir jadi pemicu alotnya negosiasi yaitu keinginan kenaikan upah. Beberapa alasan jadi fakta Seto mengemukakan hal tersebut ke PSS.
Pertama, dia sukses bawa PSS juara Liga 2 2018 serta jadi team promo Liga 1 2019. Waktu tampil di kelas penting, PSS dapat dibuktikan dapat berkompetisi dengan akhiri persaingan di rangking delapan.
Selama ini, tidak ada komentar dari Seto masalah ketidakjelasan hasil negosiasi. Walau demikian, dia tidak menolak bila masih ingin menakhodai PSS.
"Target utama saya masih (melatih) PSS. Masalah lanjutan saya (di PSS) silahkan bertanya manajemen," katanya.
Selain itu, CEO PT. PSS Fatih Chabanto urung memberikan jawaban. Menurutnya, faksinya tetap memperhitungkan Seto.
"Saya belum mengetahui ketetapannya," kata Fatih.
